Rabu, 08 Mei 2019

Konfigurasi SMB (Server Massage Block) share folder,merubah hak akses dan meremote lewat Putty (SSH)



Server Message Block disingkat SMB adalah istilah bahasa Inggris dalam teknologi informasi yang mengacu kepada protokol client/server yang ditujukan sebagai layanan untuk berbagi berkas (file sharing) di dalam sebuah jaringan. Protokol ini seringnya digunakan di dalam sistem operasi Microsoft Windows dan IBM OS/2. Sistem operasi berbasis UNIX juga dapat menggunakannya dengan tambahan perangkat lunak yang disebut dengan SAMBA.

Protokol SMB ditemukan oleh Dr. Barry Feignbaum dari Laboratorium Boca Raton milik IBM pada saat sistem operasi MS-DOS masih berjaya. Protokol itu selanjutnya dikembangkan lebih lanjut oleh 3Com Corporation, IBM, Intel, dan Microsoft pada pertengahan dekade 1980 hingga akhir dekade tersebut. SMB awalnya menggunakan protokol NetBIOS sebagai protokol di mana ia berjalan, sebelum menggunakan protokol NetBIOS over TCP/IP (NBT) sebagai protokol lapisan transport-nya. Dengan begitu, SMB juga dapat digunakan dalam sebuah jaringan TCP/IP yang lebih luas dukungannya.

SMB mendukung fungsi-fungsi seperti:

Membuka dan menutup koneksi antara klien-klien SMB (yang disebut sebagai Redirector) dan server SMB (komputer yang menjalankan file and print services) untuk mengizinkan klien agar dapat mengakses sumberdaya di dalam jaringan.
Menemukan, membaca, dan menulisi berkas dalam sebuah file server.
Menemukan dan menggunakan alat pencetak yang digunakan bersama-sama untuk mencetak secara jarak jauh.
SMB juga dapat digunakan sebagai sebuah protokol message-passing untuk melakukan beberapa transaksi dalam lingkungan aplikasi terdistribusi. Protokol Remote Procedure Call (RPC) dapat digunakan melalui SMB dan SMB juga mendukung beberapa mekanisme Interprocess communication (IPC), seperti halnya named pipe (pipa bernama) dan mailslot.

SMB memiliki empat jenis pesan (message):

  1. Session Control Message: digunakan untuk membuka atau menutup sebuah koneksi antara redirector dengan server.
  2. File Message: digunakan oleh redirector untuk memperoleh akses terhadap berkas yang berada di dalam server.
  3. Printer Message: digunakan oleh redirector untuk mengirimkan data ke sebuah antrean alat pencetak (print queue) yang terdapat dalam server.
  4. Message: mengizinkan aplikasi untuk saling bertukar pesan dengan komputer lainnya



Oke langsung saja kita ke konfigurasi.


1. Pertama-tama jalankan virtual freenas, jika sudah langsung saja kita buka google chrome, masukan ip address FreeNas, lalu akan muncul pop up login seperti gambar di bawah ini, isi username dengan root dan password 123 selanjutnya klik Log In.


2. Disini kita langsung exit saja.



3. Selanjtnya akan muncul System Information seperti gambar di bawah ini.


4.  Setelah login kita akan membuat user dengan cara Mengklik menu Account > User > Add User, Untuk menambakan user baru.



5.  Disini kita tambahkan username dan full name nya bebas sesuai ke inginan saja, lalu kasih password juga jangan sampai lupa, selanjunya scroll ke bawah kemudian klik OK.


6.  Seperti inilah user yang sudah kita buat tadi.


7. Nah disini saya akan membuat user group dengan cara mengklik Account > Groups > Add Group untuk menambah group baru.


8. Untuk Group name nya bebas disini saya menggunakan nama KelompokTKJB, jika sudah klik OK.


9. Inilah grup yang sudah kita buat tadi.


10. Sekarang kita atur hostname nya dengan cara klik Network > pada tab global configuration isikan hotsname bebas, kemiudian scroll kebawah klik save.

  

11. Selanjtnya akan ada notif seperti gambar di bawah ini.


12. Kita refresh terlebih dahulu agar muncul, jika sudah di refresh maka akan ada tampilan information seperti gambar di bawah ini.


13. Sekarang kita konfigurasi SMB nya dengan cara mengklik Storage > pilih Volume Manager.


14. Volume Name nya kita isikan SMBWindows > klik tanda + . Jika sudah sama seperti gambar di bawah ini langsung saja kita klik Add Volume.


15. Seperti inilah volume manager yang sudah kita buat tadi.




16. Sekarang kita buat database nya, dengan cara klik icon crate database paling bawah.

   



17.  Isikan nama database nya dengan nama FolderSMB, karna disini saya mengguakan windows maka di share type nya saya pilih menu windows, selanjutnya klik Add Dataset.





18. Seperti inilah tampilan ketika sudah membuat database nya. 



19. Setelah kita buat database, selanjutnya kita atur premission atau izin nya dengan cara mengklik icon change permission. 



20. Disini kita masukkan owner (user) dan owner (group) seperti yang tadi sudah kita buat sebelumnya, untuk permission seperti tadi kita pilih windows karna saya mengakses nya manggunakan windows, jika sudah langsung saja kita klik Change.



21. Kemudian sharing folder tadi, dengan klik tab Windows (SMB) kemudian klik Windows (SMB) Share. 



22. Pada tab Add Windows (SMB) Share, letakan path ke arah folder nya jika sudah klik OK.



23. Lalu akan muncul pop up seperti gambar di bawah ini, lalu klik yes saja.



24. Kemudian kita akan di arahkan ke tab service,lalu cari tab Service SMB, klik start Now, ketika sudah jalan klik icon Setting.



25. Seperti ini tampilan folder yang sudah kita share tadi.



26. Kemudian kita buka file Eksplorer, Klik Network kemudian akan muncul Hostname lalu kita double klik pada host tersebut.



27. Lalu akan muncul notif Permission/izin, masukkan user dan passwordnya jika sudah klik OK.



28. Jika user dan password nya benar maka akan tampil seperti gambar di bawah ini, tidak ada file di dalam foldernya. 



Selesai..
Sekarang kita coba meremote freenas kita lewat aplikasi Putty dengan SSH

1. Klik tab sevice pada freenas anda dan cari SSH, klik Start Now agar service nya berjalan dan klik icon setting juga yaa buat ngatur SSH nya.



2. Untuk port TCP sudah default yaitu 22,dan kasih centang di semua perizinan, kemudian klik Ok.



3. Buka aplikasi Putty, pada hostname or ip address isikan ip address freenas anda, untuk port isikan 22 karna 22 itu port default SSH, klik atau beri tanda di SSH agar bila nanti login lewatnya SSH saja, jika sudah benar klik Open.


4. Jika benar akan muncul pop up seperti gambar di bawah ini, langsung saja klik yes untuk melanjutkannya.


5. Login sebagai root dan masukkan password freenas nya.


6. Selanjutnya kita cek folder yanga ada di freenas, jika ada maka tampilannya akan seperti gambar di bawah ini.



SELESAI :))

Maaf jika ada kesalahan dalam menulis ataupun konfigurasi di karnakan masih tahap belajar, dan manusia tidak luput dari kesalahan.. terimakasih semoga bermanfaat guys :)

Wassalamualaikum wr.wb 

0 komentar:

Posting Komentar